Hukum Memutuskan Silaturrahim Sesama Umat Islam

Perkongsian secara ringkas tentang hukum memutuskan silaturrahim sesama umat Islam.

Di antara langkah syaitan dalam menggoda dan menjerumuskan manusia adalah dengan memutuskan tali hubungan antara sesama umat Islam.  Putusnya hubungan tersebut kadangkala hingga bertahun lamanya tanpa sebab yang dibenarkan syara’ (hal-hal dunia semata-mata).  Mereka menghindar dan tidak menyapa saudara sesama muslim.  Jika secara tidak sengaja bertembung, ia segera memalingkan mukanya. Jika bertemu di suatu majlis, ia hanya menyalami yang sebelum dan sesudahnya dan sengaja melewatinya.

1. Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah saw bersabda :

“Tidak halal seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari, barang siapa memutuskan lebih dari tiga hari dan meninggal maka ia masuk neraka” 

(HR Abu Dawud, 5/215, Shahihul Jami’ : 7635)

2. Abu Khirasy Al Aslami r.a berkata, Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa memutus hubungan dengan saudaranya selama setahun maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuhnya) “

(HR Al Bukhari Dalam Adbul Mufrad no : 406, dalam Shahihul Jami’: 6557)

Untuk membuktikan betapa buruknya memutuskan hubungan antara sesama muslim cukuplah dengan mengetahui bahawa Allah menolak memberikan keampunan kepada mereka.

3. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda :

“Semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap Jum’at (setiap pekan) dua kali; hari Isnin dan hari Khamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat :

” Tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai”

(HR Muslim : 4/1988) 

Jika salah seorang dari keduanya bertaubat kepada Allah, ia harus bersilaturrahim kepada kawannya dan memberinya salam. Jika ia telah melakukannya, tetapi sang kawan menolak maka ia telah lepas dari tanggungan dosa, adapun kawannya yang menolak damai, maka dosa tetap ada padanya.

4. Rasulullah saw juga telah bersabda :

”Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling dengki, janganlah saling membelakangi dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara dan tidaklah halal seorang muslim membiarkan saudaranya lebih dari tiga hari”.

(HR al-Bukhari)

Hidup ini sementara. Apalah gunanya saling bermusuh dan membenci. Memaafkan itu sesungguhnya perbuatan yang mulia. Semoga dengan memberi maaf, hati menjadi lebih tenang dan ikatan persaudaraan dapat dipelihara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s